Tampilkan postingan dengan label AKTRIS INDONESIA PLONTOS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AKTRIS INDONESIA PLONTOS. Tampilkan semua postingan

DISERANG TUMOR, AYU DIAH PASHA BOTAK


Malang benar nasib Ayu Diah Pasha. Karena batang otaknya mengalami tumor, alhasil kepalanya harus dipangkas habis alias botak. Eits, itu bukanlah kenyataan. Ayu dibotak habis hanya dalam adegan di film terbarunya bertajuk 'Menebus Impian.'

Di sana, dirinya berperan sebagai perempuan bernama Sekar yang mengidap penyakit, agar sembuh perlu menjalani operasi dan kepala harus botak.

Kepala botak Ayu memang bukan sungguhan. Melainkan hasil rekayasa dari lateks. "Rambut saya ditipiskan. Kemudian dilapisi lateks. Walau dilapisi lateks, tapi nampak seperti botak sungguhan," ujar Ayu kepada TNOL di Djakarta Theater, Senin (12/4).

Proses pelapisan lateks memakan waktu enam jam dan hal ini menjadi pengalaman pertamanya. Enam jam adalah proses awal sampai akhir. Padahal Ayu hanya memakai beberapa jam.

"Pakai lateks tidak lebih dari tiga jam, jika lebih lateks bisa meleleh," terangnya.

Ketika memakai lateks, Ayu tak mengalami alergi. Demi mendapatkan gambar bagus, selama proses pemakaian Ayu juga tak merasa sedikit lelah. Justru Ayu memanfaatkan waktu tersebut dengan membaca buku, sms dan mengobrol. Bahkan Ayu sempat tertidur lelap. Namun tak lama kemudian Ayu bangun lagi.

Nah, disela-sela itulah Ayu membaca buku tentang kepribadian dan berpikir positif karya salah satu penulis Islam. Memang buku yang dibaca tak sampai habis. Tapi Ayu bisa memetik pelajaran dari buku tersebut.

Ayu memutuskan kepala tak digundul karena kepala botaknya diperlihatkan beberapa detik. "Kalau lama saya berani menggundulkan kepala saya," imbuhnya sembari tersenyum.

MELLY ZAMRI DIBOTAKIN


BEKAS "Putri Malam" Melly Zamri merayakan ulang tahunnya yang ke-27 di sebuah kafe di Jakarta, Jumat (2/5). Di hari jadinya itu Melly memberikan kejutan kepada keluarga dan teman-teman yang menghadiri pestanya. Pemilik nama lengkap Melly Meylinda Zamri ini menggunduli kepalanya. Uniknya, satu per satu tamu yang hadir mendapat giliran memangkas rambut Melly yang semula panjang.

Melly mengaku tak ingin mencari sensasi. "Gue mendingan cari uang daripada nyari sensasi," kata dia. Melly mengaku sudah lama ingin memangkas habis rambut di kepalanya itu. Namun, selalu ada halangan, seperti pekerjaan yang menuntutnya untuk memakai sanggul. "Dari SMP (Sekolah Menengah Pertama)," kata Melly. Namun, baru tahun ini keinginannya tersebut kesampaian. Selamet ye!

RONALDOWATI


Biar kata orang sinentron negeri ini gak bermutu dan lain sebagainya. Yah oke lah buat yang masih suka menjadikan kekerasan, rebutan harta warisan, nangis-nangisan & juga marah-marahan yang gak pada tempatnya dan terkesan dipaksakan.

Tapi toh gak smua begitu kok, walau kadang-kadang di luar akal logika.Saya masih suka saja nonton sinetron anak-anak salah satunya ya ronaldowati itu, yang tayang di TPI  Iya sih, idenya nyontek si gundul ronaldo, pemain bola kondang itu tapi tambahan -wati di belakangnya itu ide yang dahsyat skali haha

Ceritanya sih tentang anak perempuan berambut kuncung yang doyan maen bola beserta kawan-kawannya, awalnya sih tentang kompetesi bola. Akhir-akhir ini smakin meluas saja idenya sampai-sampai skarang melawan musuh macem-macem dan ujung-ujungnya skarang pada punya ilmu kayak di film shaolin soccer, jadinya ya lucu campur aduk. Saya sering yg ngakak paling banter kalo nonton ginian. Ya ya saya tentu saja gak nonton sendirian, ini skalian nemenin anak-anak lah.

DIAN ARIESTYA RELA DIGUNDULI DALAM FILM PUTRI GIOK


Sinopsis Film Putri Giok : Seorang pengusaha keturunan Cina, Han Liong Swie (Hengky Nero), mempunyai seorang putra, Han Tek Liong (John Gunadi) dan seorang putri, Han Giok Nio (Dian Ariestya). Kedua anak tersebut terlibat cinta dengan gadis dan pemuda pribumi. Pada mulanya Han Liong Swie bisa toleran, tetapi atas pengaruh teman bisnisnya, seorang keturunan asing bukan Cina (Farouk Afero), Han mendadak berubah pikiran dan menentang keras hubungan cinta anak-anaknya itu dengan orang pribumi. Situasi keluarga itu menjadi panas, hingga memuncak pada pembabatan rambut Giok Nio sampai gundul, agar hubungannya dengan pemuda pribumi, Herman (Hermansyah) terputus. Merenungkan kembali tindakannya, dalam benak ayah itu terlintas bayang-bayang tragis, putrinya bersama kekasihnya mengambil jalan sesat melakukan bunuh diri di air terjun. Bayang-bayang maut bagi anaknya yang selalu menghantui itu, akhirnya menyadarkan pikirannya, sehingga anak-anaknya bebas menentukan pilihan jodohnya.
 




YATI OCTAVIA GUNDULI RAMBUTNYA DEMI PERAN

Pada era emas film Indonesia, artis Yati Octavia adalah artis terlaris dan termahal ia sempat dijuluki si ratu film karena banyak penggemarnya. Untuk setiap film ia sempat menerima honor lebih dari 5 juta rupiah bersama dengan aktor Roy Marten, Roby Sugara, Yenny Rachman dan Doris Callebaute. Film yang paling menghebohkan adalah film Rahasia Perkawinan, karena Yati Octavia bersedia untuk digundul kepalanya.

Sinopsis Film Rahasia Perkawinan :  Dina (Yattie Octavia) terjerumus dalam permainan dengan Ir.Bram (Roy Marten) anak buah suaminya sendiri (Rachmat Hidayat) yang selalu menampilkan sikap keras sebagai agar berwibawa di depan karyawannya. Husen (Farok Afero) salah seseorang anak buahnya yang mrngetahui kelemahan bosnya berusaha mendekati Dina, tapi ditolak. Husen panas sementara perbuatan zinah Dina dan Bram diketahui oleh lingkungan masyarakat. Dina harus menjalani hukuman digunduli rambutnya. Bram yang berusaha menyelamatkan diri tewas ketika mobilnya menubruk pohon. Situasi emosional masyarakat kembali reda dengan hadirnya seorang tokoh masyarakat.

HARGA MAHAL PENGORBANAN SELEBRITI WANITA

Perempuan berkepala gundul! Ini bukan lagi kejutan baru, yang bernilai komersial di kancah keartisan Indonesia. Banyak perempuan di dunia selebriti yang rela mengorbankan “mahkota terindah” itu untuk menembus kesuksesan peran dari sebuah filmnya.

Ini sisi lain potret emansipasi Kartini yang membuat keberanian perempuan tampil tanpa rambut. Ketomboian tokoh Rohaye di sinetron “Kecil-Kecil Jadi Manten” membuktikan totalitas pemeranan dari alm. Sukma Ayu yang tampil tanpa mahkota.

Secara fisik, kapasitas perannya lebih mahal dan menantang dibandingkan dengan Yati Surachman di film “Perawan-Perawan” (1981).

Namun, siasat meninggikan daya jual sinetron itu justru menurunkan harga keindahan mahkota perempuan. Pasalnya, banyak tokoh lainnya di sinetron itu tampil bermodel rambut ala Ronaldo. Hanya sedikit rambut yang tersisa di bagian depan kepalanya. Itu sebabnya, penggundulan kepala di kancah selebriti perempuan, bukan lagi kejutan penampilan yang meniupkan popularitas berdaya komersial.

Berbeda saat keberanian itu dilakukan bintang Yatie Octavia, yang menyulut kehebohan perfilman nasional tahun 1979. Padahal, film “Rahasia Perkawinan” (H. Maman Firmansyah) itu hanya menampilkan adegan rambut sang bintang digunting acak-acakan. Namun, sukses besar filmnya berbuah Piala Antemas di FFI 1980 di Semarang, sebagai lambang film terlaris.

Sebaliknya, ketika Dian Ariesta berkepala gundul dalam film “Puteri Giok” (Iksan Lahardi), tak menuai sukses sebesar pengorbanannya. Berulang pula di tahun 1989, totalitas pemeranan Dian Anggraeni yang harus tampil gundul di sinetron “Nyi Birah” (Darto Joned), tidak mampu mendongkrak keartisannya.

Peranan bernuansa sensasi seperti itu bahkan terkesan jadi biasa-biasa saja setelah dilakukan Sylvana Herman, Dominique Sandra, pemeran sinetron “Tuyul & Mbak Yul” hingga kehadiran alm. Sukma Ayu. Selama ini, film yang membintangkan wanita tanpa rambut tak menandingi ketajaman sukses Yatie Octavia.

Sebab, sukses filmnya sangat terdukung oleh tingkat popularitas bintang pemerannya.

Belum pernah ada sinetron yang menjual keberanian wanita gundul sehingga bisa berbuah sukses dan setimpal dengan pengorbanan mereka. Sukses karier wanita dalam keartisan tak cukup hanya bertaruh keberanian emansipasi penampilan. Kenyataan membuktikan, kerelaan pengorbanan berkepala gundul bukan lagi jalan pintas yang mampu dipertaruhkan untuk mencapai reputasi.

Sensasi tampil gundul membutuhkan dukungan banyak aspek lainnya. Selain nilai jual bintangnya, kandungan penceritaan, kadar peran, dan gencaran promosi amat menuntut prioritas. Itu tertinggal dari film asimilasi “Puteri Giok” (1981), yang tanpa kebaruan tema dan hanya spekulasi keberanian pendatang baru.

Tematis cerita klise pembauran etnik itu pernah dikemas film “Mey Lan Aku Cinta Padamu” (Pietradjaya Burnama) tahun 1974. Sebelumnya, “Matinya Seorang Bidadari” (1971) karya alm. Wahyu Sihombing, memasang Poppy Dharsono dan sang maestro bulu tangkis dunia, Rudy Hartono. Lahir pula film “Sakura Dalam Pelukan” (1973) yang membintangkan Liem Swee King jagoan bulu tangkis lainnya. Ingat lagi film “Kisah Fanny Tan” (1971) garapan Andjar Subiyanto, “Misteri In Hongkong” (Iksan Lahardi), hingga film komedi asimilasi “Apanya Dong” (1983) karya alm. Nyak Abbas Akup. Pengorbanan mahal Dian Ariesta pun lalu tercampak dan berlalu begitu saja.

Kehadiran “Nyi Birah” maupun “Kecil-Kecil Jadi Manten”, tidak membuat sinetron itu perkasa di layar kaca. Kalaupun begitu, pengorbanan pendukungnya untuk totalitas pemeranan tanpa mahkota, layak dihargai. Tentu saja, karena tak semua artis wanita berani tampil berkepala pelontos. Tak juga semua pria siap tampil botak, seperti dilakukan alm. Sandy Suwardi Hassan untuk film “Kutukan Dewata” (1970) karya alm. Nawi Ismail. Lalu aktor Kusno Soedjarwadi sebagai Sapujagat di film “Si Buta Dari Goa Hantu” (1971) karya Liliek Sujio. Ternyata, aktor berkepala gundul yang dihadirkan kemudian dalam filmnya, tak sesukses kedua aktor terdahulu.

Ingat kembali Ray Sahetapy di film “Opera Jakarta” (alm. Syumandjaya), Cok Simbara dalam film “Lembah Tidar” maupun Roy Marten di film “Wolter Monginsidi” yang keduanya disutradarai Franky Rorimpandey. Kenyataan yang menawarkan makna, tampil gundul tak selalu berbuah kejutan di sisi pemasaran filmnya. Itupun karena pernah dilakukan aktor sebelumnya. Kalaupun tercapai sukses besar film silat “Si Buta Dari Goa Hantu” pertama, bukan karena pengorbanan rambut Kusno Soedjarwadi semata. Lebih dimungkinkan lagi karena terdukung kepopuleran komik silat Ganes Th. dan kebaruan muatan teknis filmis yang dijualnya.

Semangat Kartini dalam perfilman pun, tak lagi berdaya kebaruan peristiwa yang menghebohkan.

Tak semua popularitas selebriti terwujud setelah berani tampil gundul. Tingkah laku tokoh Rohaye, perempuan cantik belia yang jadi korban mode di sinetron “Kecil-Kecil Jadi Manten”, masih juga tak melambungkan sukses besar alm. Sukma Ayu. Celakanya, meski itu dilakukan untuk melayani tantangan berperan, namun keberanian menumbalkan rambut sebagai mahkota terindah kaum wanita, terkadang dicurigai sebagai sensasi merebut popularitas. Apalagi, jika sekadar tergoda menuturi irama mode.

DOMINIQUE SANDA : JUSTRU BOTAK PEMBAWA HOKI


Siapa artis botak yang sedap dipandang? Jawabannya mungkin serempak: Renny Dominique Sanda, 21 tahun. Pemeran di sinetron Tuyul dan Mbak Yul ini nekad membotaki kepalanya. Benarkah ia sengaja melakukannya demi sensasi? Dara berhidung lancip blasteran India-Belanda --baru lulus dari program D III, Sastra Perancis UI-- ini tersenyum menggeleng. Niat membotaki kepalanya bukan sekedar cari beken. Ternyata Monique punya dalih: rambutnya bermasalah.

Begini ceritanya. Sejak Juni tahun lalu, saat ia berperan sebagai Mbak Yul, Monique harus mengenakan wig. Akibatnya, kepala Monique alergi. Rambutnya rontok, dan kulit kepalanya mengelupas. "Terus terang gue panik, waktu rambut gue rontok," ujarnya kepada TEMPO Interaktif ketika ditemui di rumahnya, kawasan Tebet, Jakarta Selatan, minggu lalu. Ia lalu disarankan seorang rekannya --kebetulan juga dokter-- untuk melakukan penyembuhan maksimal. Caranya, ya, membotaki rambut. Niatnya semakin mantap setelah orangtua merestui program penggundulan ini. Jadilah Monique langsung mencukur habis rambutnya sampai pelontos.

Awalnya, ada perasaan risih, karena menjadi pusat perhatian orang di mana pun ia berada. Namun sekarang, penganut Katholik ini merasa "pede" (percaya diri) dengan kebotakannya. Tanpa diduga keplontosannya justeru membawa berkah keberuntungan. "Orang jadinya lebih mengenal saya, justru setelah botak," tuturnya riang. Kini, ketenaran yang diraihnya sebagai artis, foto model, bintang iklan, dan MC justru "terkatrol" dari kebotakannya itu. Fulus pun deras mengalir. "Nggak tahu, sejak saya dibotakin, rejeki semakin lancar. Beberapa job yang dulu nggak bisa saya dapatkan, kini mengalir gampang," ceritanya senang sambil memainkan botak kepalanya.

Namun, gadis berkulit putih ini mengaku ada juga perasaan nggak enak, lantaran sering dituduh lesbi. Di setiap tempat dia sering ditegur, "Kamu lesbi ya?" Dengan kesal Monique menukas, "Gue seratus persen normal." Mungkin tuduhan ini lantaran Monique sejak dua tahun ini masih sorangan bae. Kemana-mana sendiri. Apakah keplontosannya tak menarik bagi cowok? "Nggak juga tuh. Ada beberapa, meski tidak sebanyak dulu. Tetapi saat ini saya nggak mau pacaran dulu," katanya, agak kecut.

Cowok boleh jauh, tapi rezeki terus mendekat. Terbukti, sampai pertengahan 1998 nanti, dia masih dikontrak sebuah sinetron yang menuntutnya tampil botak. Kabarnya, Monique berperan sebagai kepala preman napi di sebuah penjara cewek. Belum lagi kontraknya sebagai foto model dan presenter Kiss bersama Indra Savera di Indosiar. Pokoknya, banjir rezeki, dah. "Apa pun saya percaya botak bukan halangan berkarir, justru pembawa hoki, " katanya, mantap. Bagus, mudah-mudahan jika rambut tumbuh, rezeki tetap berlabuh.

SANIA BOTAK


Bagi kaum perempuan, rambut merupakan mahkota kepala yang harus dijaga. Tapi tidak demikian halnya dengan Sania.

Pelantun tembang Cintai Aku Lagi ini, tampaknya senang sekali gonta ganti dan bereksperimen dengan rambutnya. Sania memangkas habis rambutnya hingga botak. Sebelumnya, Sania telah beberapa kali mengganti model rambutnya. Mulai dari kriwil, kribo hingga panjang lurus sebahu.

Saat ditanya mengenai penampilannya sekarang, Sania menjawabnya dengan santai. "Ternyata enak, enggak ribet, simpel dan minim biaya. Tak perlu mikiran model rambut. Gue rasa ini momen yang sangat pas. Setelah dicukur ternyata aku merasa tampil lebih seksi," ungkapnya. "Mereka sih sudah tahu kalau saya ini orang yang suka bereksperimen," imbuhnya saat ditanya mengenai komentar orangtua mengenai model rambut barunya..

Lebih lanjut Sania menambahkan, sebenarnya keinginannya untuk membotaki rambut telah terpikir saat dirinya hendak merilis album ketiganya, karena konsepnya femini. Tapi hal itu urung dilakukan. Dalam kesempatan itu, Sania juga membantah penggundulan rambutnya dikarenakan frustasi atau meniru Britney Spears. "Ini enggak ada hubungan dengan dia. Saya hanya ingin tampil begini saja. Enggak ribet, Saya gak mungkin bisa melarang orang berpendapat. Tak apa-apa. Menurut aku  sih, sensasi adalah bagian dari entertainment itu sendiri," tandasnya

HAYRIA FATURRAHMAN RELA BOTAK DEMI PERAN


Satu dari empat pemain berbakat dari film TENTANG CINTA produksi Starvision adalah Hayria Faturrahman. Walau namanya terdengar baru di belantara acting tapi totalitas Hayria patut diacungi jempol. Ia rela memangkas habis rambutnya alias botak, demi membawakan karakter sebagai Audy yang ditakdirkan mengidap penyakit kanker.

"Ini pengalaman yang luar biasa, gue rela botak karena suka sama skenarionya. Lagian sudah kantongin izin dari keluarga besar, walau ada juga yang tidak setuju tapi kebanyakan mereka mendukung," tuturnya saat ditemui di gala premier Tentang Cinta di Planet Hollywood, (6/11).

Selain dibotakin, tantangan dan kesulitan yang dirasa Hayria dalam film ini saat dia harus berdialog dengan perasaan yang dalam. "Untuk itu gue harus belajar mengeluarkan kata-kata yang bermakna cukup dalam dengan menyesuaikan ekspresi wajah," ungkapnya.

Sebelum menerima tawaran film ini, Hayria membaca terlebih dahulu, jadi bukan asal terima botak untuk mengundang rasa sensasi. "Dari awal aku membaca skrip film ini, pertama yang aku rasakan adalah aku suka dengan film ini, dari situ aku menerima tawaran dengan berbagai konsekuensinya," pungkasnya.

SUKMA AYU GUNDUL UNTUK BEKERJA


Nama Sukma Ayu banyak dibicarakan para peminat sinetron maupun pengamat dunia hiburan. Pembicaraan itu tentu saja bukan menyangkut putusnya hubungan asmaranya dengan B'jah -- vokalis kelompok The Fly. Tetapi, justru terfokus pada kenekatan gadis kelahiran Jakarta, 10 November 1979 ini dalam menggundul plontos kepalanya semata-mata untuk sebuah perannya di sinetron "Kecil-kecil Jadi Manten" (KKJM) tayangan RCTI.
 
Banyak pihak yang kemudian bertanya, mengapa Sukma Ayu mau senekat itu? Apakah semata-mata untuk tujuan meraih popularitas? "Bagi saya, tak ada istilah setengah-setengah dalam terjun ke dunia seni peran. Kebetulan tuntutan peran dalam sinetron itu mengharuskan saya dicukur gundul ala Ronaldo. Nah, demi totalitas, mau tak mau saya juga harus berani begitu," papar Sukma Ayu kepada Bali Post di Jakarta, baru-baru ini.
 
Menurut putri bungsu pasangan aktris senior kawakan Nani Widjaya dan sutradara H. Misbach Yusa Biran ini, untuk memerankan tokoh unik cewek tomboy yang tergila-gila sama Ronaldo dan sepak bola, bisa saja dirinya mengelabui penonton dengan menggunakan rambut palsu atau wig. "Tapi, saya tak mau seperti itu. Sebab, saya yakin hanya dengan memangkas habis rambut dan menyisakan seonggok saja di bagian depannya, saya bisa total menghayati peran. Dan ternyata semua pengorbanan dan kenekatan tersebut berbuah hasil maksimal. Toh, karier akting saya kini berkembang pesat lantaran bisa menampilkan karakter tokoh lucu yang lain dan tak stereotipe jadi wanita yang mengobral tangisan," jelasnya.
Sukma Ayu bersitegas, langkahnya menggundul kepala ini bukan untuk mencari sensasi. "Saya gundul murni untuk bekerja, bukan cari sensasi. Karenanya, langkah saya tersebut direstui orangtua. Lagian, di luar kegiatan syuting saya menggunakan wig," tegasnya.
 
Dalam sinetron yang dibesut sutradara Yasman Yazin itu, Sukma Ayu berperan sebagai Rohaye. Ayahnya, Rojali (diperankan Jimmy Gideon), juragan ojek yang dibuat pusing tujuh keliling oleh perilaku anak gadisnya yang tomboi itu. Rohaye sangat suka main bola, tawuran dan memanjat pohon. Perilaku menyimpang itu konon akibat didikan yang salah dari ibunya, Mumun (Cut Keke), yang sangat mendambakan anak pria.
 
Problem keluarga Rojali juga dihadapi keluarga Amen (Robby Tumewu). Juragan bakmie pangsit keliling ini, memiliki dua anak yakni Ongky yang agak kewanitaan dan Sukaesih (Rheina Ipeh) yang naksir sama tukang ojek ganteng bernama Aimin (Sahrul Gunawan).
 
Menyadari kekurangan anak-anak mereka, istri Amen (Neny Triana) dan Mumum sepakat menjodohkan Rohaye dengan Ongky. Harapannya, bila dinikahkan perilaku keduanya berubah. Harapan tinggal harapan. Rohaye dan Ongky tak berubah. Yang muncul malah kegemparan lantaran Rohaye dihamili oleh Aimin. Akibatnya, setelah diceraikan Ongky, Rohaye dikawinkan sama Aimin. Sementara di pihak lain, Sukaesih ternyata mengalami kehamilan di luar nikah yang dilakukan oleh Aimin juga. Mau tak mau, Aimin harus menikahi Sukaesih.
 
Maka terjadilah perebutan hati Aimin oleh kedua wanita ini. Rohaye berubah menjadi wanita tulen dan belajar masak demi menyenangkan suaminya. Sukaesih juga tak mau kalah. Ia juga melakukan hal yang sama demi kesenangan hati Aimin. Begitulah, ada-ada saja.

RORENCIA RELA MEMOTONG RAMBUTNYA HINGGA PLONTOS DEMI SEBUAH PERAN


SEBAGAI remaja, Hani memiliki segalanya. Ia tumbuh di keluarga kaya, punya pacar ganteng, dan dikelilingi teman yang mencintainya. Tiba-tiba, dokter memvonis masa hidup Hani tinggal tiga bulan akibat penyakit leukimia stadium lanjut. Dunia pun terasa runtuh. Sikap Hani yang biasanya riang dan hangat berubah drastis. Dia lebih banyak diam dan berusaha menghindar dari teman-teman, termasuk sang pacar. Itulah sekelumit kisah awal sinetron Aku Ingin Hidup di SCTV yang dibintangi artis muda pendatang baru Rorencia.

Untuk memerankan Hani, Rorencia rela memotong rambutnya hingga plontos. Memang, menggunduli kepala untuk bermain sinetron bukan hal baru. Sebelumnya, almarhumah Sukma Ayu sudah melakukannya. "Awalnya aku sendiri berkomentar ini Sukma Ayu banget. Tapi kalau mau dijadiin beban aku nggak mau ambil pusing," kata Rorencia. Meski bukan yang pertama kali, totalitas Rorencia mendalami peran patut diacungi jempol. Lawan main Rorencia pun bukan artis sembarangan. Aktris senior seperti Uci Bing Slamet dan Mieke Wijaya juga mendukung sinetron ini.